Acap Beracap
Aku melihatmu,
Di antara cewe cewe jaman sekarang. Cuman kamu yang memiliki aura
beda. Aku berlebihan, memang. Aku tak peduli kalian mau mengataiku apa, aku ya
aku. Egois emang. Memilih kamu yang belum dikenal. Asing, menurutku. Sampai
dimana aku telah mengenalmu? Jangan tanya seperti itu, jika untuk pesan singkat
saja kamu menjawab seadanya. Logis bukan? Namanya aja pesan singkat. Iya
memang, tapi apa kelogisan jadi acuan? Aku tidak peduli, kamu bales dengan
singkat. Aku mengerti, kita belum lama kenal. Bahkan untuk saling berbincang
aja kita harus melawan waktu. Tak mudah, bagimu aku hanya orang asing yang tiba
tiba muncul dihidupmu. Bukanya seseorang yang tiba tiba muncul ke kehidupan
seseorang pasti ada tujuanya? Semua hal bertujuan. Aku misalnya. Tujuanku
sederhana, membuatmu nyaman ketika berada disampingku. Aku tidak akan
menyuruhmu begini begitu, tapi ketika batas kewajaran sudah terlampaui, kurasa
aku akan bicara lebih. Tak usah kau pedulikan ini itu. Kita adalah aku dan
kamu. Bukan dia, ataupun mereka. Dalam jengkal waktu yang singkat ini, ijinkan
aku ada dalam waktumu, dalam ceritamu, dalam mimpimu. Karena kamu, udah jadi
bagian dari pikiranku. Bukankah kita sudah mengenal satu sama lain lewat
komunikasi kita beberapa waktu ini? Iya benar. Kamu itu aneh, melihat kamu udah
jadi rindu. Atau apalah itu namanya. Kamu tau perasaan ini apa namanya?.....
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus