Rabu, 10 Juli 2013

Tahu Menahu Bukan Tempe

Tahu Menahu Tempe


Aku melihat, tanpa batas.

Sepersekian tindakan seseorang didekatku aku sanggup tahu dan mencerna. Ya, sesuatu harus dicerna terlebih dahulu. Anda salah, sesuatu yang baru harus kita lihat terlebih dahulu. Urusan mencerna, urusan dalam.


Aku bertindak, sesuai ego. Ketika tali tersambung, aku mencoba. Hal diluardugaan yang bisa membuat oranglain kecewa. Sepele, tapi berharga.


Aku tahu, segala sesuatu yang dimulai dari kecil akan berbuah besar. Apapun itu. Jengkal percakapan tersembunyi, jengkal pesan terhapusi.


Aku peduli, saat sesuatu memeluk kita. Sudah sewajarnya membatasi, bukan melarang ini itu. Dan kau, tetaplah kau.


Aku khawatir, sejak pesan singkat berubah menjadi percakapan. Karena untuk percaya, butuh waktu.


Aku terima, naluri dalam diri berontak. Ego bertumpahan, gengsi yang menahan untuk tidak peduli.


Aku kecewa, dalam setiap kesepakatan dilanggar dengan anggun. Pada taraf semi berbahaya ini.


Aku cemburu, tindak secuil pun demi membuatmu senyum lebih cepat daripada aku lakukan.


Akupun, pada akhirnya tetap menjadi aku.


Kamupun, pada akhirnya tetap menjadi kamu.





Mengingat, sejak bersama kamu.

2 komentar: